Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label MILITER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MILITER. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2011

'SMB' TNI

"PERALATAN TEMPUR TNI "  

Senapan Mesin Ringan

FN Minimi, senapan mesin ringan modern dengan kaliber 5.56 yang paling banyak dipakai negara-negara NATO.

FN Minimi , senapan mesin ringan modern dengan kaliber 5.56 yang paling banyak dipakai negara-negara NATO .
Senapan mesin ringan adalah kategori senapan mesin yang secara umum lebih ringan dari senapan mesin lain pada masanya. Senapan mesin ini dirancang untuk dibawa oleh satu prajurit saja, walau terkadang bersama asisten. Kalau dibandingkan dengan senapan mesin sedang , senapan mesin ringan modern menggunakan peluru dengan kaliber yang lebih kecil, dan ukuran senapan lebih kecil dan ringan.
Pada awalnya senapan mesin ringan dibuat berdasarkan senapan otomatis, dan menggunakan magazen , misalnya Browning Automatic Rifle , Bren , dan RPK . Tetapi sekarang senapan mesin ringan modern lebih banyak menggunakan sabuk amunisi, agar bisa menembak untuk waktu yang lama tanpa harus mengisi ulang. Beberapa senapan mesin ringan, seperti FN Minimi ,

Senapan Mesin Sedang

Marinir A.S. dengan M240 di Camp Hansen, Okinawa. 
Marinir A.S. dengan M240 di Camp Hansen, Okinawa. 

Senapan mesin sedang , dalam lingkup modern, adalah senapan mesin yang menggunakan peluru kaliber berat, dan diisi menggunakan sabuk amunisi . Senapan mesin ini lebih tahan menembak untuk waktu yang lama dibandingkan dengan senapan mesin yang lebih ringan, karena dilengkapi laras yang lebih berat, sirip, kemampuan mengganti laras, sampai pendingin udara. Tetapi, senapan ini masih bisa diangkat dan dibawa oleh infanteri dan ditembakkan menggunakan bipod . Umumnya senapan mesin sedang beratnya antara 7 sampai 20 kilogram . Senapan mesin ini mengisi daerah abu-abu diantara senapan mesin berat dengan senapan mesin ringan .
Fitur yang harus ada pada senapan mesin ringan adalah kemampuan menembak yang lebih besar dari senapan otomatis, dan kemampuan digunakan sebagai senjata pendukung infanteri dengan menggunakan bipod, tetapi masih bisa digunakan pada dudukan dan tripod . Senapan mesin berat biasanya ditembakkan dari dudukan yang berat, dan senapan mesin ringan dengan bipod, senapan mesin sedang harus bisa digunakan pada keduanya.
Senapan Mesin Berat
Senapan mesin kaliber .50 M2 Browning dikelilingi selongsong yang terpakai.

Senapan mesin kaliber .50 M2 Browning dikelilingi selongsong yang terpakai.
Senapan mesin berat adalah senapan mesin berkekuatan tinggi dengan kaliber besar. Definisi lainnya adalah, senapan mesin dengan kaliber menengah, yang digunakan untuk menembak secara otomatis untuk waktu yang lama, dan ditembakkan dari dudukan statis. Definisi yang kedua dianggap sebagai definisi lama, dan definisi yang pertama dianggap sebagai definisi modern, tapi kedua tipe senapan mesin berat tersebut sudah ada sejak tahun 1800-an.
Contoh senapan mesin berat dengan kaliber menengah adalah senapan mesin Maxim , yang didinginkan dengan air , dioperasikan oleh lebih dari satu orang, dan tertanam pada dudukan tripod atau dudukan beroda. Kemudian contoh senapan mesin berat dengan kaliber besar antara lain adalah senapan mesin kaliber .50 M2 Browning .

 

Senapan Tempur

Senapan tempur M14 pada Perang Vietnam, 1968.
Senapan tempur M14 pada Perang Vietnam , 1968 .

Istilah senapan tempur bisa memiliki banyak arti. Tapi pada umumnya, istilah ini dipakai untuk menyebut senapan yang menembakkan peluru "ukuran penuh", yaitu kaliber besar seperti .303 British , .30-06 Springfield , dan 7.62 x 51 mm NATO . Senapan tempur bisa merupakan senapan bolt-action , semi-otomatis, burst , maupun full-otomatis. Senapan tempur modern memiliki pilihan tembakan ( selective-fire ). Semua senapan tempur memiliki laras yang panjang, dan menembakkan peluru kaliber besar.
Pada akhir pertengahan abad ke-20 , senapan serbu , dan kemudian karabin , telah lebih banyak digunakan dan menggantikan senapan tempur pada angkatan bersenjata modern. Hasil pengalaman pada Perang Dunia II menunjukkan bahwa pertempuran lebih sering terjadi pada jarak dibawah 300 meter. Ini berarti jarak jangkau dan penetrasi senapan tempur yang besar sebenarnya tidak dibutuhkan. Senapan tempur modern antara lain AR-10 , FN FAL , HK G3 , dan M14 .

Kamis, 25 Agustus 2011

' Senjata Ampuh Produksi PT. Pindat'

MORTIR
Beberapa tipe Mortir

MORTIR KAL,60 mm KOMANDO ( MO-1 )
Mortil Kal 60 mm komando ini di kembangkan khusus untuk kebutuhan pasukan komando atau berbagi operasi yang membutuhkan kecepatan pergerakan dan dalam pertempuran jarak dekat. Karakteristik dari Moritir ini adalah memiliki berat yang minimal, kecepatan penggunaan, tenaga tembak yang besar dan mudah dioperasikan. 

MORTIR KAL. 60 MM LR ( MO-2 )
Mortir kal,60 mm LR adalah pesawat mortir yang ringan, mempunyai kemampuan untuk menembak dengan cepat dengan akurasi tinggi, Mortir ini didesain untuk mudah dioperasikan pada berbagai kondisi lapangan dan cuaca. Mortir ini juga didesain untuk mudah dimaintenance. Mortir ini dapat digunakan oleh Infantry, pasukan udara dan bisa di pasang di kendaraan tempur. 

MORTIR KAL. 81 MM ( MO-3 )
Mortir kal. 81 mm ini sangat mudah dioperasikan, ringan, dan mudah di bawa ke medan pertempuran serta memiliki kemampuan menembak beruntun yang akurat. Mortir ini dapat digunakan pada berbagai medan, dalam segala cuaca dan sangat tepat bagi pasukan Infantri.

MO-1Specifications
Kaliber 60 mm
Berat senjata maks 6 kg
jarak tembak Maks. 800 m
Elevasi 22 - 89
Panjang total 569 mm
Diameter laras
a,Bagian dalam 60,6-60,9 mm
b.Bagian luar
-Terkecil 65 mm
-Terbesar 75 mm
Pegangan / pnjinjing 26 x 100 mm
Pemutar / picu 60 x 20 mm
Landasan 75x 198 mm
MO-2Specifications
Caliber 60 mm
Overall lenght of barrel 855 mm
Total weight (with baseplate,bipod assembly and sight) 18.0 kg
Barrel + Breech piece 8.0 kg
Bipad 4.5 kg
Baseplate 5.5 kg
sight 1.1 kg
Elevetion provided Traverse without moving the bipod 40-79
At 50 elevation 100 mils
At 70 elevation 140 mils
Rrange
Maximum range 4000 m
Minimum range 200 m
Rate of fire rapid-20 rds per min
MO-3Specifications
Caliber 81 mm
Bore diameter 81,4 mm
Barrel assembly length 1560 mm SB
Bipod assembly length (folded) 960 mm
Bipod assembly Weight-Split barrel 20,9 mm
Bipod assembly weight 14 kg
Base plat weight 12,5 kg
Sight instrument accurancy 1 mil
Sight instrument weight 1,55 kg
Sight instrument case weight 2.9 kg
Max. working pressure (piezo) 1050 kg/cm
Weight of complete mortar 49 kg
Elevation Range (degree) 45-85
Range Max. 6500 m

Pistol (double action)
Pistol double action
Pistol double action buatan Pindad dirancang dengan bentuk yang ergonomic, menggunakan intercept notch dan hammer block yang memungkinkan akurasi tinggi dalam menembak. Menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi untuk menjamin ketepatan dan akurasi, kedua pistol tersebut dapat digunakan baik untuk single maupun double action. Dilengkapi asesoris alat bidik, red dot, laser sight dan tactical light. Tersedia 2 tipe yaitu tipe P2 dengan caliber 9 x 19 mm untuk militer dan tipe P3 dengan caliber 7,65 x 17 mm untuk penegak hukum dan perlindungan pribadi.
Cartridge 7.65 x 17 mm; .32 ACP
Panjang laras 102 mm
panjang keseluruhan 177 mm
P2 - V1
P2 - V2
P2 - V3
P2 - V4
Spesifikasi
P 2
NSN -
Calibre 9 x 19 mm Parabellum
Barrel Length 100 mm
Overall Length 177 mm
Capacity 15 Rounds
Weight 0.8 kg
Sight 3 Dot Fixed
Firing Mode Single, Safe
Locking Intercept Notch & Hammer Block
Finishing Black/Gray
P 3
NSN 1005-45-000-1723
Calibre 7.65 x 17 mm (1.32 ACP)
Barrel Length 100 mm
Overall Length 177 mm
Capacity 12 Rounds
Weight 0.794 kg
Sight 3 Dot fixed
Firing Mode Single, Safe
Locking Intercept Notch & Hammer Block
Forest Guard Gun
Beberapa Jenis PM2
Forest Guard GUN
Senjata khusus untuk polisi hutan, dibuat berdasarkan senjata PM1 yang disesuaikan dengan kebutuhan aparat penegak hukum di lingkungan kehutanan.


Spesifikasi
PM2-V1
Kaliber 9 mm
Berat Tanpa Magasen 2, 90 kg
Berat Dengan Magasen 3, 18 kg
Panjang popor terentang 625 mm
Panjang popor terlipat 417 mm
Tinggi senjata dengan magasen 270 mm
Tinggi senjata tanpa magazen 225 mm
Lebar 70 mm
Panjang laras 195 mm
Alat bidik Ajustable
Sistim kerja Blow back
Isi magasen 20
Sistim tembakan Semi-Automatic,Double
PM2-V2
Kaliber 9 mm
Berat Tanpa Magasen 3, 20 kg
Berat Dengan Magasen 3, 45 kg
Panjang popor terentang 720 mm
Panjang popor terlipat 515 mm
Tinggi senjata dengan magasen 270 mm
Tinggi senjata tanpa magazen 225 mm
Lebar 70 mm
Panjang laras 145 mm
Alat bidik Adjustable
Sistim kerja Blow back
Isi magasen 20
Sistim tembakan Semi-Automatic,Double

SHOTGUN Professional MAGNUM
SHOTGUN Professional MAGNUM
Senjata penegak hukum dengan kecepatan dan ketepatan tinggi


Spesifikasi
Kaliber 12 gauge
Barrel length 560 mm
Weight 2,85 kg
Mechanism Semi Automatic
Senapan Mesin


Senapan Mesin

SPM2-V1 Cal. 7.62 x 51 mm
Senapan mesin sedang SPM2-V1 dengan inovasi disain laras beratur mampu tahan hingga lebih 3575 tembakan tanpa dibersihkan, kehandalan bahan laras EN 26 dengan proses swaging dan bagian dalam dilapisi hard chroom membuat umur pakai lebih lama dari senjata sejenis lainnya. Dilengkapi tripod yang mampu memutar sebaran hingga 64 dan sebaran dalam +7,5 hingga -7,5 dibuat dengan konstruksi yang ringan, mudah dioprasikan.
SPM2-V2 Cal. 7.62 x 51 mm
Senapan mesin ringan SPM2-V2 dengan inovasi disain laras beralur mampu tahan hingga lebih 3600 tembakan tanpa dibersihkan, kehandalan bahan laras EN 26 dengan proses swaging dan bagian dalam dilapisi hard chroom membuat umur pakai lebih lama dari senjata sejenis lainnya.


Spesifikasi
SPM2-V1
Caliber 7.62 x 51 mm
Total length 1070 mm
Barrel length 635 mm
Weight 13 kg
Total weight incl. tripod 31.75 kg
Locking system dropping the locking lever
Trigger pull strength 3 kg
Ammunition MU-2T J
Firing mode automatic
Firing distance 1500 m
SPM2-V2
Kaliber 7.62 x 51 mm
Total length 1275 mm
Barrel length 635 kg
Weight 2.95 kg
Weight with bipod 11.58 kg
Locking system dropping the locking lever
Trigger pull strength 3 kg
Ammunition MU-2T J
Firing mode automatic Effective
Firing distance 1500 m
Senapan Mesin SM3
Senapan Mesin SM3
Senapan mesin ringan SPM3 dengan inovasi disain laras beratur mampu tahan hingga lebih 3600 tembakan tanpa dibersihkan. kehandalan bahan laras EN 16 dengan proses swaging dan bagian dalam dilapisi Hard Chroom membuat umur pakai lebih lama dari senjata sejenis lainya.
Pelontar Geranat
SPG1
SPG1 dirancang khusus dengan tampilan laras lebih pendek, sangat cocok untuk tugas tugas penyamaran. Senapan pelontar Geranat SPG1 kal. 40 mm dengan daya dobrak tinggi untuk sasaran area. rumah mekanik terbuat dari allumunium pilihan dengan proses machining mnjadikan senjata ringa. laras diproses Hard anodaizing untuk menambah kekuatan umur pakai. Cara bongkar pasang yang cukup mudah dan kami sediakan suku cadng dengan jaminan 5 tahun.
Pelontar Granat SPG1 Versi 3



Spesifikasi
Kaliber 40 mm
Panjang Total 289 mm
Panjang Laras 200 mm
Berat Total 1,33 kg
Berat Total termasuk Sabhara-V2 4,68 kg
Berat Total termasuk amunisi 4,93 kg
Kekuatan Penarik Pelatuk 2,30 kg
Amunisi GL 40, Prastice HE, HEDP, ILLUM, Tear Gas
Jenis Tembakan Single
Jarak Tembakan 380 m
Kecepatan Muzzle (Vo): 75 m/sec 75 m/sec
Jenis Senjata Sniper
Beberapa Jenis Senjata Sniper
Jenis SPR diatas di desain khusus untuk penembak runduk, dilengkapi dengan Bipod dan teleskop untuk penembakan yang akurat.


Spesifikasi
Weight 6,82 kg
Mechanism Bolt Action
Magnification 3,5 - 10 X
Sabhara Rifle
Sabhara RifleKeberhasilan rancang bangun dengan senjata senjata SS1 telah mendorong para perancang dan insyinyur kami untuk mengembangkan versi-versi senjata untuk fungsi penegakan hukum. Pengembangan ini terutama didasarkan pada persyaratan daya lumpuh yang tepat untuk tujuan-tujuan penegakan hukum. Produk ini tersedia dalam dua versi yaitu SABHARA/POLISI-V1 Dan SABHARA/POLISI-V2

Spesifikasi
kaliber 7.65 x 45 mm
Panjang laras 247 mm
berat 3,38 kg
panjang keseluruhan 790 mm
Mekanisme Gas operated
SENAPAN SERBU MODEL 1 SS-1 Kal. 5,56 x 45 m

Beberapa Jenis Senapan Serbu (SS1)
SS1 adalah senapan serbu kaliber 5,56 x 45 mm dengan laras kisar 7? yang memiliki akurasi tinggi dan handal dengan menggunakan popor lipat sehingga flesibel untuk digunakan sesuai kebutuhan disegala medan. Senjata ini dapat dilengkapi dengan berbagai asesoris, antara lain silencer, telescope, sangkur, berbagai tipe pelontar granat, dan lain-lain. Senapan ini juga telah dikembangkan menjadi berbagai tipe sesuai dengan medan operasinya, yaitu tipe standar, marinized dan raider, baik untuk laras panjang, karaben maupun laras pendek. Tipe Marinized dikembangkan khusus untuk marine condition dan swap condition, sedangkan tipe raider dikembangkan untuk medan tempur khusus.


Spesifikasi
SS1-V1
Panjang Senapan dg popor terentang 997 mm
Panjang Senapan dg popor dilipat 766 mm
Panjang Laras 449 mm
Berat Senapan Tanpa Magasen 4,01 kg
Berat Senapan dg Magasen isi 30 butir 4,37 kg
Alat Bidik pisir angka 250 0 - 300 m
Alat Bidik pisir angka 400 300 - 450 m
Jenis Tembakan Single,3-Round Burst,Full Auto,Safe
Kecepatan Tembak Teoritis 720 - 760 rpm
Munisi MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
SS1-V2
Panjang Senapan dg popor terentang 890 mm
Panjang Senapan dg popor dilipat 666 mm
Panjang Laras 363 mm
Berat Senapan Tanpa Magasen 3,91 kg
Berat Senapan dg Magasen isi 30 butir 4,27 kg
Alat Bidik pisir angka 250 0 - 300 m
Alat Bidik pisir angka 400 300 - 450 m
Jenis Tembakan Single,Full Auto,Safe
Kecepatan Tembak Teoritis 720 - 760 rpm
Munisi MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
SS1-V3
Panjang Laras 363 mm
Panjang Senapan dg popor terentang 997 mm
Panjang Senapan dg popor dilipat 766 mm
Panjang Laras 449 mm
Berat Senapan Tanpa Magasen 4,01 kg
Berat Senapan dg Magasen isi 30 butir 4,37 kg
Alat Bidik pisir angka 250 0 - 300 m
Alat Bidik pisir angka 400 300 - 450 m
Jenis Tembakan Single,3-Round Burst,Safe
Munisi MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
SS1-V5
Panjang Senapan dg popor terentang 770 mm
Panjang Senapan dg popor dilipat 557 mm
Panjang Laras 252 mm
Berat Senapan Tanpa Magasen 3,37 kg
Berat Senapan dg Magasen isi 30 butir 3,73 kg
Alat Bidik pisir angka 250 0 - 100 m
Alat Bidik pisir angka 400 100 - 200 m
Jenis Tembakan Single,Full Auto,Safe
Kecepatan Tembak Teoritis 720 - 760 rpm
Munisi MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
SS1 Marinized
Beberapa Jenis SS1 Versi Marinized
Dengan proses pelapisan khusus, menjadikan senjata SS1 marinize tahan terhadap air laut/ tidak mudah berkarat. senjata tetap berfungsi setelah terendam lumpur atau pasir, dengan sentuhan warna yang elegan , SS1 marinize tampak lebih jantan . tersedia dalam 3 Varian SS1-M1 Laras panjang popor lipat, SS1-M2 laras pendek popor lipat, dan SS1-M5 komando.

Spesifikasi
SS1 - M1
NSN -
Calibre 5.56 x 45 mm
Barrel Length 449 mm
Overall Length Butt Extended 997 mm
Overall Length Butt Folded 766 mm
Weight With Empty Magazine 4.01 kg
Cyclic Rate of Fire 720 - 760 rpm
Firing Mode Single,3-Rounds Burst,Full Auto,Safe
Sight Mechanical Sight
Max Effective Range 450 m
Finishing Gray / Black
SS1-R5
SS1-R5 Raider
Senapan serbu SS1-R5, tampil lebih ramping dan ringan dengan akurasi tinggi. diperuntukan bagi pasukan khusus seperti penyergapan, penyusupan , kontak jarak dekat dengan medan hutan, gunung rawa, laut maupun perkotaan. SS1-R5 dapat dipasang sangkur dan berbagai jenis teleskop.


Spesifikasi
SS1 - R5
NSN -
Calibre 5.56 x 45 mm
Barrel Length 252 mm
Overall Length Butt Extended 770 ,,
Overall Length Butt Folded 557 mm
Weight With Empty Magazine 3.37 kg
Cyclic Rate of Fire 650 - 700 rpm
Firing Mode Single,Full Auto,Safe
Sight Mechanical Sight
Max Effective Range 375 m
Finishing Gray / Black
Senapan Serbu SS2
Beberapa Versi dari SS2
SS2 adalah senapan serbu generasi baru kaliber 5,56 x 45 mm dengan laras kisar 7?. Ringan, handal dan memiliki akurasi tinggi, dengan menggunakan popor lipat sehingga fleksibel untuk digunakan sesuai kebutuhan. Senjata ini dapat menggunakan mechanical maupun optical sight serta dapat pula dilengkapi dengan berbagai asesoris, antara lain silencer, sangkur, berbagai tipe pelontar granat, dan lain-lain. Senapan ini juga telah dikembangkan menjadi berbagai tipe laras panjang dan laras pendek, baik dengan menggunakan mechanical maupun optical sight, sesuai dengan kebutuhan operasinya.
Specifications
Pindad Code SS2-V1 SS2-V2 SS2-V4
NSN - - -
Calibre 5.56 X 45 mm 5.56 X 45 mm 5.56 X 45 mm
Barrel Length 460 403 460
Overall Length
Butt Extended 990 920 990
But Folded 740 670 740
Weight
With Empty Magazine 3.4 kg 3.2 kg 4.2 kg
Cyclic Rate of Fire 675 - 725 rpm 675 - 725 rpm 675 - 725 rpm
Mode Firing Single, Full Auto, Safe Single, Full Auto, Safe Single, Full Auto, Safe
Sight Mechanical Sight Mechanical Sight Optical Sight
Max Effective Range 500 m 400 m 600 m

Jumat, 04 Februari 2011

'TNI Aktif Jangan Ketuai Organisasi Olah Raga'



\JAKARTA--Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta para perwira tinggi TNI yang masih aktif agar tidak merangkap jabatan sebagai pimpinan organisasi olahraga. TNI sebaiknya fokus pada tugasnya terhadap pertahanan negara. Organisasi olahraga sebaiknya dipegang seorang profesional.
"Sebaiknya TNI aktif berkonstentarasi kepada reformasi TNI," kata Wakil Ketua Komnas HAM, Nur Kholis, di kantornya, Jumat (4/2). Dia menyampaikan hal itu menyusul rencana pencalonan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (TNI) George Toisutta sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Nur Kholis mengaku masih perlu mendalami catatan HAM yang dimiliki George. Meski demikian, Nur Kholis mengingatkan, memimpin sebuah organisasi olahraga tetap memerlukan perhatian dan konsentrasi. Hal itu akan menyita tugas utama George sebagai KSAD.
"Kalau dobel-dobel jabatan, maka salah satu jabatan akan terabaikan. Itu tidak baik untuk performance TNI," kata Nur Kholis menegaskan. Dia mengingatkan, TNI saat ini sedang dilihat terus oleh publik, sehingga harus fokus pada tugas pokoknya.

Sabtu, 29 Januari 2011

'Perang Aceh Pelajaran Buat Belanda'




AMSTERDAM--Apa kaitan antara Aceh dan Afghanistan? Selain penduduk kedua daerah sama-sama mayoritas beragama Muslim. Ternyata satu kaitan itu adalah Belanda. Bagaimana bisa?
Belanda termasuk bagian dari pasukan sekutu yang dikirim ke Afghanistan, bersama dengan Amerika Serikat. Menurut Kementerian Pertahanan Belanda, sebelum para prajurit Belanda berangkat, mereka dibekali khusus pengetahuan tentang Perang Aceh dan bagaimana Belanda berjibaku mencoba menjajah Aceh.
Perang Aceh yang berlangsung antara tahun 1873 sampai 1904. Menurut Paulus Bijl, seperti dikutip dari Radio Nederland Worldwide, ada beberapa alasan mengapa hal itu dilakukan. Salah satunya adalah gagasan kontraperlawanan rakyat. Ini merujuk pada Perang Aceh yang ketika itu seluruh rakyatnya bersatu melawan Belanda.
"Ada seorang perwira tinggi Belanda yang bicara tentang Pendekatan Belanda, Dutch Approach. Menurutnya kita ke Uruzgan, Afghanistan, bukan untuk memerangi Taliban, tapi untuk membuat mereka tidak diperlukan lagi," kata Bijl.
Menurut dia, gagasan seperti ini sudah ada sejak Indonesia menjadi jajahan Belanda. Penguasa kolonial memanfaatkan penguasa lokal. Mereka dituduh memperlakukan penduduk setempat dengan buruk. Sehingga kolonialis Eropa harus turun tangan.
Gagasannya adalah Eropa punya cara yang lebih baik. Rakyat setempat tidak tahu dan tidak paham. Kalau pemimpin setempat itu bisa diusir, maka rakyat akan sadar bahwa hidup di bawah naungan bendera Eropa akan lebih 'nyaman'.
Menurut Bijl, salah satu kesalahan fundamental Belanda di Indonesia adalah bahwa warga Hindia Belanda waktu itu tidak pernah diberi kesempatan untuk menyatakan pendapat mereka. Dengan kata lain, mereka tidak pernah menjadi warga negara.
Sehingga kalau akhirnya warga Afghanistan berhasil diyakinkan soal demokrasi dan demokrasi itu benar-benar dipraktekkan, Belanda  mengklaim misi militer ke Afghanistan berhasil. "Karena jelas kita tidak bisa memaksakan sesuatu dari luar. Itu tidak pernah jalan di Hindia Belanda dan juga tidak akan jalan di Afghanistan," katanya.

Selasa, 18 Januari 2011

'Komitmen TNI Dalam HAM'

Jakarta (ANTARA News) - TNI menyatakan akan menjaga komitmennya menegakkan nilai-nilai Hak Asasi Manusia dalam setiap penugasannya termasuk di wilayah rawan konflik.

"Kami akan tegakkan benar-benar dengan membekali dengan sebaik-baiknya para prajurit yang bertugas dengan pengetahuan tentang Hak Asasi Manusia (HAM)," kata Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya TNI Eddy Hardjoko di Jakarta, Selasa.

Ditemui usai memimpin upacara gelar operasi polisi militer 2011, ia menambahkan, terkait itu TNI juga akan memperberat sanksi hukum kepada prajurit TNI yang terbukti melakukan pelanggaran HAM.

"Di satu sisi kami juga akan berikan penghargaan kepada prajurit yang benar-benar menghormati penegakan HAM. Jadi kita perberat sanksi dan `reward`," kata Eddy.

Ia mengakui, dinamika yang terjadi di setiap medan penugasan tidak terduga.

"Memang dinamika di lapangan sangat terduga dan tinggi. Namun, kami yakin dengan pembekalan yang intensif tentang HAM, sanksi yang berat dan `reward` itu maka pelanggaran HAM dapat ditekan sekecil mungkin," ujar Eddy.

Tak hanya itu, lanjut dia, TNI juga bersikap terbuka, transparan tentang proses hukum yang dijatuhkan kepada prajurit TNI yang melakukan pelanggaran HAM dan tindak pidana lainnya.

"Ya kami akan transparan dalam proses hukum dan sanksi hukum yang dijatuhkan pada prajurit yang melakukan tindak pidana dan pelanggaran HAM," kata Eddy.

Saat ini, TNI tengah memproses hukum tiga anggota Batalyon 753 di Mahkamah Militer III-9 Jayapura dalam kasus penyiksaan warga Papua yang pernah dimuat di situs YouTube.

Tiga anggota Kodam Cendrawasih itu terdiri atas seorang bintara dan dua tamtama, yaitu Sersan Dua Irman Risqianto, Prajurit Satu (Pratu) Yakson Agu, dan Pratu Thamrin Mahanggiri.

Dalam sidang pertama, ketiganya disebut terbukti terlibat dalam penganiayaan kepada warga setempat saat bertugas dalam operasi pengamanan daerah rawan di Kampung Gurage, Kecamatan Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Mereka dikenai Pasal 103 KUHP Militer, yaitu perbuatan tidak menaati perintah atasan dengan ancaman 2 tahun 6 bulan penjara. Mayor Soemantri, selaku oditur, menyatakan, karena tidak ada saksi korban, ketiganya tidak kena pasal penganiayaan.

Sebelumnya, empat orang yang didakwa dengan pasal yang sama dikenai hukuman lima dan tujuh bulan penjara. Saat ini mereka dalam proses banding

Sabtu, 15 Januari 2011

'100 Personil TNI AL Berangkat Ke Lebanon'

KRI TEUKU UMAR 
 
SURABAYA — Sebanyak 100 anggota TNI AL akan diberangkatkan sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB ke Lebanon, 13 Februari 2009. Pasukan ini berangkat dengan Kapal Perang RI Diponegoro.
"Pasukan perdamaian ini secara teknis sudah siap dan memenuhi syarat serta akan mengikuti aturan UNIFIL, demikian juga perbekalan dan dukungan dana UNIFIL," tutur Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, Selasa (3/2).
Pagi tadi, Laksamana TNI Tedjo EP membuka Seminar Nasional Maritim bertajuk "Penguasaan dan Rekayasa Teknologi Maritim dalam Rangka Menumbuhkembangkan Sektor Maritim untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Nasional" di Komando Pengembangan Pendidikan TNI AL, Surabaya.
Kontingen Garuda XXVIII ini bertugas selama enam bulan. Pengiriman pasukan dengan kapal perang RI untuk tugas menjaga perdamaian dunia, tambah KSAL, adalah pertama kali dilakukan Indonesia.

Rabu, 12 Januari 2011

'Remunerasi TNI Jangan Ditunda'

Paskalis Kossay: Remunerasi TNI Jangan Ditunda
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I Bidang Pertahanan Keamanan, Intelijen Negara dan Luar Negeri DPR RI Paskalis Kossay menyatakan, kebijakan remunerasi bagi prajurit serta keluarga besar Tentara Nasional Indonesia jangan ditunda lagi.
"Masalah ini (remunerasi) merupakan kebijakan positif bagi perbaikan kesejahteraan angota TNI yang telah diperjuangkan Dewan sejak lama (periode sebelumnya)," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan itu menjawab pertanyaan mengenai kebijakan-kebijakan strategis di bidang pertahanan keamanan (Hankam) mana yang perlu mendapat prioritas operasionalisasi tahun 2011.
"Selain pemenuhan `minimum essential force` (MEF) atau Kebutuhan Hankam minimal berkaitan dengan penyediaan, ketersediaan serta kesiapan maupun kesiagaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), maka penerapan segera kebijakan remunerasi merupakan hal pokok," tegasnya lagi.
Paskalis Kossay menambahkan, renumerasi merupakan upaya memperbaiki kesejahteraan anggota TNI guna mendukung kualitas profesionalitasnya sebagai pengawal NKRI.
"Remunerasi dan peningkatan kesejahteraan prajurit juga merupakan konsekuensi logis dari amanat konstitusi (Undang Undang Dasar 1945), bahwa TNI harus kembali ke barak dan proresional. Tetapi itu tadi, kesejahteraannya benar-benar harus terjamin," tandasnya.
Karenanya, demikian Paskalis Kossay, kebijakan remunerasi atau peningkatan penghasilan para anggota atau prajurit TNI beserta keluarganya tidak bisa ditunda-tunda lagi, yang juga sebagai bagian penting dari upaya reformasi birokrasi.

Rabu, 05 Januari 2011

' Rehab Daerah Bencana' TNI AD Kerjasama dengan Pertamina

TNI AD bersama PT Pertamina menjalin kerja sama dalam rangka program rehabilitasi lokasi bencana alam, khususnya di Mentawai, Sumatera Barat dan letusan Gunung Merapi di Yogyakarta, Jawa Tengah.
Kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Goerge Toisutta, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, dilakukan di Kantor Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Selasa (4/1).
Selanjutnya, kerja sama itu akan difokuskan pada program Pertamina Peduli dan Karya Bakti TNI AD. Yakni, meliputi perbaikan, pembangunan dan pemulihan sarana umum, seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ibadah di lokasi bencana.
Goerge menyebutkan, sampai saat ini pihaknya telah menyiapkan personil TNI untuk diterjunkan pada wilayah-wilayah yang terkena bencana di Indonesia sebagai upaya penanganan bencana.
Kesepakatan yang akan berlaku untuk jangka waktu dua tahun dimaksudkan untuk membantu masyarakat membangun kembali kehidupannya yang sempat terganggu akibat bencana tersebut.
"Kita akan lihat nanti bagaimana programnya. Namun intinya, berapapun jumlah personil ataupun alat-alat yang diperlukan akan disediakan karena ini untuk kepentingn masyarakat," katanya.
Kualitas SDM

Ke depan, George berharap, kerja sama itu dapat pula dilakukan dalam kegiatan-kegiatan lainnya dan tidak terbatas pada penanganan bencana saja. Yang terpenting, ujar dia, kerjasama terhadap penanganan bencana tersebut dapat dikelola secara efektif dan efisien agar tepat sasaran.
Hingga saat ini, tutur dia menambahkn, TNI telah memiliki dua satuan tugas reaksi cepat untuk penanganan bencana alam. Yakni, Divisi I untuk wilayah Barat dan Divisi II untuk wilayah Timur yang terdiri dari sejumlah batalyon kesehatan maupun seni.
Di satu sisi, mengenai dana bantuan yang akan dikucurkan PT Pertamina di dalam kerja sama itu, Karen tidak menyebutkan secara lebih detail karena masih dalam tahap pendataan mengenai jumlah yang dibutuhkan.
"kita ada dananya, tapi belum dapat disebutkan sekarang karena masih perlu pendataan. lihat mana yang rusak, sehingga nantinya akan juga melibatkan pemerintah daerah setempat," ujarnya.
George mengatakan, program strategis yang menjadi prioritas TNI AD untuk tahun 2011 akan dititikberatkan pada perbaikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dalam kaitan tersebut, dia mengatakan, belum ada rencana penambahan personil TNI AD untuk tahun 2011. Menurut dia, pihaknya akan berfokus pada pengadaan pendidikan dan pelatihan untuk menunjang peningkatan kualitas personil TNI AD.
"Jika berbicara mengenai alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AD berarti meliputi SDM. Jadi itu yang akan kita perbaiki. Kualitasnya, bukan kuantitasnya. Untuk penambahan personil itu zero growth karena kualitas yang akan kita kerjar," katanya.

' Profesionalisme Bagi TNI'




Tentara Nasional Indonesia (TNI) perlu memperkuat agenda profesionalisme pada 2011.Terkuaknya sejumlah kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum prajurit membuktikan profesionalitas institusi militer masih lemah.

“Kita harapkan tahun 2011 ini, Panglima TNI mengagendakan penguatan profesionalisme agar tidak lagi berurusan dengan munculnya kekerasan yang tentu merugikan TNI secara institusi dan negara ini,”kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Jakarta kemarin. Karena itu, lanjutnya, dibutuhkan komitmen yang kuat dari pimpinan TNI untuk melakukan penguatan profesionalisme bagi para prajurit.Tanpa perbaikan dan penguatan, tentu akan membawa dampak negatif bagi institusi TNI dan negara.

“Kita harapkan tahun 2011 ini Panglima TNI mengagendakan penguatan profesionalisme agar tidak lagi berurusan dengan munculnya kekerasan yang tentunya merugikan TNI secara institusi dan negara ini,”ujarnya. Selain itu, lanjut Mahfudz, agenda penting lainnya yakni pemenuhan secara bertahap kekuatan pokok minimum. Meskipun orientasinya pada penguatan ketiga angkatan atau matra secara terpadu, politikus PKS ini melihat bahwa prioritas pembenahan alat utama sistem persenjataan tetap bertumpu pada kekuatan di laut.

“Prioritaskan pembangunan matra laut untuk penguatan pertahanan maritim yang merupakan bagian wilayah terluas negara ini,”katanya. Dia mengingatkan agar penguatan alat utama sistem persenjataan hendaknya dengan menumbuhkembangkan industri pertahanan dalam negeri.“Secara perlahan TNI harus mengurangi ketergantungan pada industri luar,” ujarnya. Anggota Komisi I DPR Yahya Sacawiria juga meminta agar industri pertahanan dalam negeri tetap diberdayakan dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Mengingat besarnya efek positif yang dihasilkan jika industri pertahanan dapat tumbuh dengan baik.“Bagaimana mencapai minimum essential force dalam tahun-tahun mendatang berkaitan dengan alat utama sistem persenjataan harus mengutamakan industri pertahanan dalam negeri,”katanya. Anggota Fraksi Partai Demokrat ini juga menambahkan agenda penting lainnya yakni rehabilitasi rumah dinas di pangkalanpangkalan mengingat di sejumlah tempat terdapat rumah dinas yang telah berusia puluhan tahun dan dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Di sejumlah daerah banyak rumah dinas di pangkalan yang kondisinya mengenaskan,” ujarnya. Di samping itu, perlu juga pembangunan rumah dinas baru bagi prajurit TNI. Dia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya diprioritaskan di Pulau Jawa. Dalam “Refleksi Kinerja Kementerian Pertahanan 2010” di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (30/12), Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, TNI masih kekurangan sekitar 275.000 unit rumah negara/dinas bagi para anggotanya.

Dari kebutuhan sekitar 433.000 rumah, baru terpenuhi 192.000 rumah. Dari angka 192.000 itu, 158 000 di antaranya untuk prajurit aktif,27.500 untuk purnawirawan, dan sekitar 6.600 untuk lain-lain. Saat memaparkan hasil penyelidikan dan pemantauan kekerasan di Puncak Jaya Papua kemarin, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, terdapat pelanggaran HAM serius yang terjadi kawasan Puncak Jaya,Papua.

Kesimpulan tersebut ujar Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim didapatkan dari hasil pemantauan dan investigasi Komnas HAM pada akhir 2010. Investigasi dilakukan oleh Komnas HAM untuk menindaklanjuti laporan tindak kekerasan yang dilakukan prajurit TNI dalam pelaksanaan operasi keamanan di Papua. “Atas temuan ini,Komnas HAM merekomendasikan pada Panglima TNI agar meningkatkan profesionalitas para anggota TNI dengan memberikan pembekalan di bidang HAM,”katanya.

Minggu, 02 Januari 2011

'Serangan Artileri Untuk Alih Kekuasaan Korut'

Melly Febrida

Kim Jong-un.     Korea Utara melakukan serangkan artileri terhadap Korea Selatan. Serangan ini dimungkinkan terkait dengan pengalihan kekuasaan dari pemimpin King Jong-Il ke anak laki-laki bungsunya.

Demikian analisa seorang pengamat, Mark Fitzpatrick, seorang anggota Institut Internasional untuk Studi-studi Strategis (IISS)  

"Sulit untuk tidak menarik kesimpulan bahwa (serangan) ini, seperti penenggelaman Cheonan, terkait dengan suksesi," kata

Fitzpatrick, merujuk ke sebuah kapal perang Korea Selatan yang Seoul katakan telah diserang oleh torpedo Korea Utara.

"Kedua insiden itu adalah cara untuk memberi putera mahkota Korea Utara Kim Jong-Un "beberapa kecakapan", ujarnya.

"Ia telah memiliki waktu untuk melakukan apa saja pada usia 27, tapi memberinya pangkat jendral, Utara ingin mempersiapkan dia dengan semacam kemenangan militer dan ini serangan yang akan benar-benar dianggap berasal dari kepemimpinan militernya," ia menambahkan.

Korea Utara, bagaimanapun, juga berupaya untuk memaksa Korea Selatan kembali ke pembicaraan mengenai perbatasan Laut Kuning yang disengketakan, kata Fitzpatrick, anggota senior untuk non-proliferasi di IISS dan bekas wakil menlu AS.

"Satu alasan Korea Utara melakukan langkah provokatif ini adalah untuk menarik Selatan, untuk mengatakan: "Lihat, kecuali

Anda mau merundingkan mengenai garis demarkasi ini, Anda akan memancing konsekuensi-konsekuensi militer," katanya.

Negara-negara besar dunia telah mengutuk serangan Selasa terhadap pulau Yeonpyeong dekat perbatasan Laut Kuning, yang menewaskan dua marinir, tapi Korea Utara yang bersenjata nuklir menuduh Korea Selatan yang pertama menembak.

Fitzpatrick menyatakan bentrokan itu merupakan "eskalasi serius" dalam ketegangan, khususnya setelah pengungkapan pada akhir pekan lalu sebuah pabrik pengayaan uranium yang tampaknya operasional.

Tapi ia menambahkan: "Saya tidak memikirkan hal itu akan berubah menjadi perang skala-penuh, Korea Selatan akan sangat berhat-hati untuk tidak memperluas tanggapannya".

Seoul akan lebih dulu mengusahakan tanggapan diplomatik, meskipun tanggapan itu mungkin tidak memiliki dampak kekal untuk mengubah pemikiran Pyongyang.

Itu akan mencakup "menanggapi secara diplomatik melalui PBB, bekerja dengan AS untuk membujuk China memperketat pelaksanaan langkah-langkah keamanan sebelumnya".

Senin, 20 Desember 2010

'Ijin Homoseksual' Militer Amerika Dari Senat

Pengecam kebijaksanaan militer Amerika yang kontroversial, yang dikenal dengan istilah “Don’t Ask, Don’t Tell” (D.A.D.T.) merayakan kemenangan mereka setelah Senat kemarin mencabut peraturan yang dianggap anti gay dan lesbian itu.
Wakil Presiden Amerika Joe Biden hari Minggu mengatakan, dengan pencabutan UU itu, Amerika tidak perlu lagi membuang-buang kemampuan tentaranya, yang kebetulan gay atau lesbian.
Sekitar 14.000 anggota tentara telah dipecat sejak peraturan “Don’t Ask, Don’t Tell” diberlakukan tahun 1993. Senat Amerika kemarin, dengan perbandingan suara 65 lawan 31 mencabut peraturan itu, setelah DPR melakukan hal yang sama sebelumnya. Kebijakan itu memaksa anggota tentara Amerika untuk merahasiakan orientasi seksual mereka supaya jangan dipecat.
Presiden Barack Obama kemarin mengatakan, peraturan baru itu akan memperkuat keamanan nasional Amerika dan sekaligus mempertahankan persamaan hak yang telah menjadi dasar bangsa Amerika. Pencabutan peraturan itu akan disahkan oleh Obama minggu ini.
Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates juga menyambut baik diterimanya rancangan undang-undang tersebut, tetapi ia menambahkan, kebijakan yang baru itu tidak akan berlaku segera. Gates mengatakan, para pemimpin militer harus lebih dulu memastikan bahwa kebijakan dan regulasi baru itu konsisten dengan standar-standar kesiagaan dan keefektifan militer.

'13 Militer Afganistan' Terbunuh Oleh Militan

Serangan Taliban telah menewaskan 13 tentara dan polisi Afghanistan dalam serangan terpisah hari Minggu, serangan terjadi di Kabul dan di pusat perekrutan tentara di kota Kunduz utara.

Di ibukota Kabul, dua pemberontak yang mengikat diri mereka dengan bahan peledak dan dipersenjatai dengan senjata otomatis menyergap sebuah bis yang membawa perwira militer Afghanistan di jalan utama menuju pusat kota.
Para pejabat Afghanistan mengatakan para penyerang menembaki bus itu dan salah satu dari mereka berlari ke dalam kendaraan, meledakan diri dan membunuh lima petugas. Sembilan orang lainnya cedera.

Ini adalah serangan paling mematikan di ibukota sejak bulan Mei, ketika sebuah bom bunuh diri yang menargetkan sebuah iring-iringan NATO membunuh 18 orang, termasuk enam tentara asing.

Minggu dini hari, setidaknya empat militan bersenjata dengan rompi bunuh diri menyerang pusat perekrutan tentara di provinsi Kunduz utara, menewaskan empat tentara Afghanistan dan empat petugas polisi.
Para pejabat mengatakan sedikitnya dua dari penyerang selamat dalam serangan awal, dan melawan pasukan keamanan dalam baku tembak sepanjang hari. Kanselir Jerman Angela Merkel mengunjungi pasukan Jerman di Kunduz sehari sebelumnya.Taliban telah mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan itu.

Rabu, 15 Desember 2010

'Alibi Militer Israel' atas Foto Fasebook

Smaller  Reset  Larger
Bela Diri Atas Foto di Facebook, Tentara Israel Sebut Gambar 'Seksi'

Kebencian Israel  terhadap Palestina nampaknya sudah mendarah daging. Buktinya, salah seorang tentara Israel menulis artikel kontroversial yang kemudian ia unggah via Facebook. Dalam tulisannya, tentara yang diketahui bernama Eden Abergil mengatakan dalam perang tidak ada aturan.

Tulisan itu kemudian dikomentari oleh seseorang dengan mengatakan," Karena sesuatu yang sederhana, mereka (Israel) menghancurkan hidup gadis ini dan membuat sesuatu yang seharusnya tidak dia lakukan, ". Komentar itu segera dibalas oleh Abergil dengan mengatakan," Tidak sayang, mereka tidak menghancurkan hidup saya. Saya bukanlah seorang pecinta arab, sehingga tidak merusak kehidupan saya yang sempurna. Saya tidak menyesal dan saya tidak akan meminta maaf." Demikian perkataan Abergil seperti yang dikutip dengan Ma'an, (20/8).

Kontroversi kembali diumbar Abergail dengan menyertakan foto dengan latar rakyat Palestina yang matanya ditutupi kain dengan kondisi tangan terikat yang sempat membuat heboh. Foto itu dimasukan Abergail ke dalam album yang diberinama "IDF-The Best of My Life". Foto-foto itu juga dipublikasikan dalam blog dan media internasional.

Ketika diwawancara Army Radio, Abergail secara tegas mengatakan tidak perlu meminta maaf dengan tulisan dan foto yang dimuat dalam jejaring sosial dan blog pribadinya. "Saya tidak mengerti apa yang salah," imbuhnya.
Bahkan ketika ditanya apakah tindakannya bisa mencoreng reputasi Israel di mata internasional, dengan enteng Abergail menjawab, "Kita akan selalu diserang. Apa pun yang kita lakukan, kita akan diserang,."
Sementara itu, Ketua Umum Komite Anti Penyiksaan, Ishai Menuchin, Senin lalu, berkomentar ihwal foto dan tulisan yang dibuat Abegail.  "Foto-foto ini sangat mengerikan sekaligus mencerminkan cara warga Palestina dipandang hanya sebagai obyek dan bukan sebagai manusia. Ini adalah sikap yang mengabaikan hati nurani dan hak-hak manusia," ungkapnya.

Sebagai informasi, sekitar 7.000 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, saat ini tengah ditahan oleh Israel. Kabarnya, warga Palestina yang ditahan mengalami perlakukan diluar nilai-nilai kemanusian.

Puncak Peringatan 'Hari Juang Kartika' Di Ambarawa

Perwujudan nilai-nilai historis dan heroisme dari peristiwa Palagan Ambarawa, tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan Tentara bersama Rakyat Indonesia, dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari peristiwa itu tidak dapat dipungkiri, bahwa kebersamaan dalam Kemanunggalan TNI dengan Rakyat merupakan kekuatan sinergis yang ampuh dalam menjaga keselamatan bangsa dan tumpah darah Indonesia. Kemanunggalan juga menjadi garansi tetap tegak dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta kokohnya kedaulatan negara dan keutuhan bangsa.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta dalam amanatnya dalam Upacara Parade di Lapangan Pangsar Sudirman, Ambarawa sebagai puncak acara peringatan 'Hari Juang Kartika' TNI AD tanggal 15 Desember 2010.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa TNI Angkatan Darat akan terus memberdayakan Kemanunggalan  TNI dengan Rakyat, guna mendukung pelaksanaan tugas pokok yang diemban, baik dalam Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang. Harus kita sadari, tantangan tugas ke depan masih sangat diwarnai oleh dinamika pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang. Berkaitan dengan hal tersebut, TNI Angkatan Darat bersama-sama komponen masyarakat,  senantiasa membantu Pemerintah untuk mengatasi kesulitan yang dialami rakyat yang tertimpa berbagai musibah dan bencana alam yang terjadi seperti musibah dan bencana alam banjir bandang di Wasior Papua Barat, gempa bumi tektonik dan tsunami di Mentawai Sumatera Barat, dan erupsi Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Kesemuanya itu, mengingatkan kita sebagai prajurit Angkatan Darat, terhadap salah satu pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang masih dan akan tetap relevan untuk di implementasikan dalam kehidupan keseharian prajurit, yaitu “Angkatan Perang Republik Indonesia lahir di medan perjuangan kemerdekaan nasional. Ditengah tengah dan dari revolusi rakyat dalam pergolakan membela kemerdekaan, karena itu Angkatan Perang Republik Indonesia adalah Tentara Nasional, Tentara Rakyat dan Tentara Revolusi”.

Perwujudan nilai-nilai historis dan heroisme dari peristiwa Palagan Ambarawa itu, tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan Tentara bersama Rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat juang yang terukir pada Palagan Ambarawa, telah ditunjukkan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan segenap prajurit TKR yang menjadi cikal bakal TNI. Hal ini patut menjadi suri teladan bagi setiap prajurit TNI Angkatan Darat, dalam menjalankan setiap panggilan tugas negara.

Dibawah Pimpinan Kolonel Soedirman, sebagai Komandan Divisi V Banyumas pada waktu itu, Pasukan Tentara Keamanan Rakyat atau TKR bersama-sama dengan rakyat di wilayah ini, mampu mengusir Tentara Sekutu keluar dari Ambarawa menuju Semarang, melalui pertempuran sengit selama 4 hari, sehingga medan pertempuran dapat dikuasai oleh pasukan TKR pada tanggal 15 Desember 1945. Peristiwa heroik tersebut sekaligus menjadi bukti sejarah, bahwa meskipun kekuatan pasukan kita menggunakan perlengkapan sederhana, namun mampu menghadapi pertempuran sengit secara singkat, dengan hasil yang mengagumkan.

Peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2010 ini dipusatkan di Kota Ambarawa, agar kita dapat mengenang kembali sosok perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam pertempuran 65 tahun silam yang dikenal dengan peristiwa “Palagan Ambarawa“. 

'Hari Juang Kartika' Ultah TNI AD

Kepala Staf TNI Angkatan Darat
Jenderal TNI George Toisutta

1.     Pendahuluan. Kekalahan Jepang yang sangat dramatis pada Perang Dunia II dengan dijatuhkannya bom atom di Hiroshima tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945 menyebabkan Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Kondisi ini mengakibatkan adanya kekosongan kekuasaan di Indonesia Sehingga pada saat yang sangat tepat bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Proklamasi kemerdekaan yang ditandatangani Soekarno – Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 memungkinkan terbentuknya infrastruktur pemerintahan  Republik Indonesia. Dalam bidang keamanan dan pertahanan Negara pada tanggal 5 Oktober 1945 dibentuklah TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dengan pangkat Kolonel Soedirman memimpin Divisi V untuk wilayah karesidenan Banyumas dan Kedu.

Pada tanggal 20 Oktober 1945 tentara Sekutu mendarat di Semarang di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel. Kedatangan mereka mengemban misi untuk mengurus tawanan  perang dan tentara Jepang yang berada di Jawa Tengah. Namun rakyat tetap waspada karena kedatangan mereka diboncengi NICA ( Netherlands Indische Civil Administration).

Setelah mendapat persetujuan dari Gubernur Jawa tengah Mr. Wongsosonegoro untuk melaksanakan misinya dengan catatan tidak mengganggu kedaulatan RI, maka tentara sekutu kemudian bergerak masuk ke Magelang dan Ambarawa.
2. Pertempuran Awal. Dalam melaksanakan misinya ternyata tentara Sekutu melampaui batas kewenangannya sehingga mengganggu kedaulatan Negara Republik Indonesia. Mereka membebaskan dan mempersenjatai para bekas tawanan perang Belanda dan bertindak sewenang – wenang terhadap rakyat, sehingga menimbulkan amarah rakyat Indonesia. Insiden bersenjatapun timbul di kota Magelang hingga menjadi pertempuran.

        Di Magelang tentara Sekutu bertindak sebagai penguasa yang mencoba melucuti TKR dan membuat kekacauan. TKR Resimen Magelang di bawah pimpinan Letnan Kolonel M. Sarbini membalas tindakan tersebut dengan mengepung tentara sekutu dari segala penjuru. Suasana yang panas ini kemudian berhasil diredam oleh Presiden Soekarno, dan kemudian secara diam-diam tentara sekutu tanggal 21 Nopember 1945 meninggalkan kedudukannya di Magelang untuk mundur ke Ambarawa.

Akibat peristiwa tersebut, Letnan Kolonel  M. Sarbini  segera mengadakan pengejaran terhadap mereka. Gerakan mundur tentara Sekutu tertahan di desa Jambu karena dihadang oleh pasukan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) di bawah pimpinan Oni Sastrodiharjo yang oleh pasukan gabungan dari Ambarawa, Suruh dan Surakarta. Tentara Sekutu kemudian dihadang kembali oleh Batalyon I Suryosumpeno di Ngipik.

        Pada saat pengunduran tersebut, tentara Sekutu mencoba menduduki dua desa di sekitar Ambarawa. TKR Resimen 18 di bawah Letnan Kolonel Isdiman berusaha membebaskan kedua desa tersebut. Dalam suatu pertempuran  yang terjadi di desa Kelurahan tanggal 27 Nopember 1945  Letnan Kolonel Isdiman Gugur.
Gugurnya Letnan Kolonel Isdiman, mengharuskan  Kolonel Soedirman Komandan Divisi V turun ke medan laga Koordinasi secara intensif terus dilaksanakan diantara komando-komando sektor dan pengepungan terhadap musuh  semakin diperketat. Sejak saat itu perlawanan terhadap sekutu  mulai terkonsentrasi di bawah satu komando Soedirman.

Untuk menghadapi tentara sekutu yang lebih Superior maka Kolonel Soedirman kemudian menyusun rencana untuk  mengadakan serangan umum merebut Ambarawa  merealisasikan rencana tersebut, tanggal 11 Desember 1945 malam hari para komandan sektor baik dari kesatuan TKR maupun kelaskaran dipanggil untuk membicarakan serangan yang akan digelar.

3. Pertempuran yang menentukan. Tanggal 11 Desember 1945 malam hari, di sebuah rumah penduduk desa kelurahan Ambarawa, para komandan sektor pertempuran dan komandan kelaskaran berkumpul. Mereka mendengarkan instruksi dari Komandan Divisi V Kolonel Soedirman tentang rencana serangan yang akan digelar. Instruksi itu sebagai berikut :

Ambarawa harus kita rebut dengan serangan serentak Karena Ambarawa merupakan kunci bagi mereka untuk menguasai seluruh Jawa tengah dan Jogjakarta. Ini akan membahayakan posisi Republik. Kita akui  terus terang bahwa kita kurang kuat dalam persenjataan kita. Tetapi keadaan semacam ini tidak menghambat kita, atau mengurangi hasrat kita untuk mempertahankan negara kita. Kami sudah menentukan suatu siasat, yaitu pendadakan serentak dengan taktik Mangkara Yudha atau Supit Urang.Komandan penyerangan dipegang oleh komandan sektor TKR. Pasukan pasukan dari badan perjuangan    sebagai barisan belakang. Serangan dimulai besok pagi pukul 04.30. Selamat berjuang, Allah SWT bersama kita, Amin. Merdeka ! ".
        Taktik Mangkara Yudha atau Supit Urang  merupakan tata yudha klasik yang pernah digelar pada jaman Majapahit, kemudian digelar kembali oleh Kolonel Soedirman untuk mengusir Sekutu dari Ambarawa.

        Tanggal 12 Desember 1945 pukul 04.30 letusan karaben mitralyurpun menyalak memecah keheningan mengisyaratkan serangan umum pembebasan Ambarawa sudah dimulai. Pertempuran yang dipimpin  langsung  Kolonel Soedirman itupun kemudian berlangsung dengan sangat sengitnya.

        Prajurit-prajurit kita yang gagah perkasa terus maju dari segenap penjuru, bagai banteng ketaton patriot-patriot itu terus menyerbu menerkam musuh, menggagahi tank-tank dan ranjau-ranjau sambil menembus hujan peluru senjata musuh dengan tekad  bulat “Rawe-rawe rantas malang –malang putung "membebaskan kota Ambarawa atau gugur sebagai bangsa.

        Pasukan-pasukan yang mendapat perintah menguasai  jalan besar Ambarawa – Semarang telah berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Jalan itupun kemudian dipertahankan agar pengepungan atas musuh dalam kota Ambarawa dapat dilaksanakan dengan sempurna. Pasukan – pasukan itupun kemudian memasang barikade – barikade serta menerjang setiap konvoi musuh yang pergi dan datang dari arah Ambarawa - Semarang.

        Satu setengah jam dari awal penyerbuan, pasukan – pasukan kita sudah berhasil menghimpit dan mengepung musuh di dalam kota Ambarawa. Bagi Sekutu ( Inggris ) hanya tinggal satu jalan ke luar, yaitu jalan besar Ambarawa – Semarang. Pergelaran serangan umum di Ambarawa itu berupa pendobrakan oleh pasukan-pasukan pemukul dari arah selatan dan barat ke timur menuju ke arah Semarang. Bersamaan dengan pendobrakan tersebut, diikuti gerakan penjepitan dari lambung kanan dan kiri sebagaimana halnya gerakan "Supit Urang " sedang menjepit mangsanya yang ujung – ujungnya bertemu di bagian luar kota arah Semarang.

        Empat hari empat malam serangan yang heroik itu berlangsung, menggempita di seluruh kota Ambarawa. Desing peluru dan gema ledakan serta asap mesiu terus mewarnai udara Ambarawa sepanjang waktu. Semangat bertempur pasukan-pasukan kita terus bertambah berkat keberhasilan – keberhasilan yang telah dicapai, sebaliknya moril musuh semakin menipis, Persediaan amunisi mereka semakin menipis, bantuan yang mereka harapkan tak kunjung tiba karena jalur perhubungan lewat darat maupun udara terputus. Semakin hari mereka dicekam  oleh rasa panik dan putus asa.

        Setelah beberapa waktu lamanya mereka berada  di front pertempuran, akhirnya mereka sampai kepada keputusan harus meninggalkan Ambarawa, merekapun kemudian mengadakan persiapan untuk menerobos pasukan TKR untuk menuju ke Semarang. Pada tanggal 15 Desember 1945 dengan tergopoh-gopoh tentara sekutu mundur ke luar kota Ambarawa tanpa sempat menyelamatkan mayat-mayat serdadunya. Mereka dilabrak terus  dan diusir oleh pasukan pemukul kita sampai ke luar kota Ambarawa

4. Penutup. Peristiwa palagan Ambarawa merupakan peristiwa penting karena merupakan peristiwa pertempuran yang pertama kali dimenangkan bangsa Indonesia setelah kemerdekaan. Peristiwa tersebut menjadi momentum bersejarah dalam  pergelaran militer dengan gerak taktik pasukan darat. Kemenangan yang gemilang dalam palagan Ambarawa tersebut, selanjutnya setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infanteri dan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 163  tahun 1999 diabadikan menjadi " Hari Juang Kartika ".

Jumat, 10 Desember 2010

Korut Buat Propaganda Baru

Seoul ( Berita ) :  Korea Utara meningkatkan aksi propaganca untuk membenarkan serangannya terhadap sebuah pulau Korea Selatan dalam menghadapi kecaman internasional, kata organisasi-organisasi Korsel, Jumat [10/12] .
Dua kelompok Seoul mengatakan mereka menerima satu pesan faksimil  yang menuduh Korea Selatan (Korsel) memprovokasi serangan 23 November  itu dan menyerukan ketenangan di Laut Kuning. Pesan itu disampaikan ke Federasi Kristen Chosun (Korea) dan Komite Deklarasi Bersama untuk Reunifikasi Korea 6.15– mengacu pada KTT antar Korea 15 Juni 2000.
Pesan itu menyalahkan penembakan itu karena pelatihan militer  Korsel “yang povokatif” dan tidak menghormati deklarasi-deklarasi KTT. “Pesan faksimil itu dikirim melalui China dan kami melaporkannya kepada kementerian unifikasi,” kata seorang juru bicara Dewan Gereja Nasional Korsel. Kementerian yang menangani masalah-masalah lintas perbatasan menolak memberi komentar.
Mitra Korsel dari Komite 6.15  itu mengatakan Korut mengirim faksimil-faksimil seperti itu setiap saat ada kejadian penting, seperti tenggelamnya sebuah kapal perang Korsel Maret lalu yang menewaskan 46 prajuritnya. Korsel mengatakan Korut mentorpedo  kapal itu, satu tuduhan yang dibantah Pyongyang.
Serangan artileri terhadap pulau Yeonpyeong itu mnewaskan dua marinir dan dua warga sipil. Itu adalah pertama kali korban sipil di Korsel sejak Perang Korea 1950-1953.
Pada Kamis  Korut mengatakan melalui kantor beritanya KCNA bahwa Korsel “penghasut perang ” memprovokasi insiden tersebut dalam usaha memicu satu konflik lebih luas.
Korut mengulangi kembali pernyataan-pernyataan  bahwa tindakan itu hanya untuk membalas pelatihaan militer Korsel yang telah  menembaki “ribuan peluru” ke perairan Korut di sekitar perbatasan Laut Kuning yang disengketakan.
China, kendatipun mendapat tekanan kuat Amerika Serikat untuk mengekang sekutunya, tidak mengecam Korut menyangkut serangan tersebut. China mengutus pejabat paling senior kementerian luar negerinya Dai Bingguo ke Pyongyang pekan ini untuk bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-Il.
Mereka mencapai konsensus  mengenai masalah-masalah semenanjung Korea, kata laporan kantor berita China  tanpa menjelaskan lebih jauh. Wakil Menteri Luar Negeri AS James Steinberg akan mengunjungi Beijing  pekan depan untuk mendesak China melakukan tindakan.
Dan ketua utusan nuklir Korsel akan mengunjungi Rusia pekan depan untuk berunding dengan sejawatnya Alexei Borodavkin, kata kementerian luar negeri Seoul. Wi Sung-Lac akan membicarakan penembakan itu dan  pengungkapan Korut  bulan lalu  menyangkut satu fasilitas pengayaan uranium yang telah beroperasi.
Rusia, dua Korea, Amerika Serikat, Jepang dan China adalah anggota-anggota forum enam negara mengenai perlucutan senjata nuklir Korut. Militer AS dan Korsel pekan lalu melakukan pelatihan angkatan laut gabungan terbesar mereka sebagai satu peringatan terhadap Korut, daan para perwira penting mereka mengatakan pekan ini mereka juga menurut rencana akan melakukan pelatihan perang lagi.
Surat kabar  partai komunis yang memerintah Korut Rodong Sinmun memberitakan pertemuan para pemimpin militer itu menunjukkan bahwa Seoul dan Washington sedang mmpersiapkan satu invasi.
“AS harus menghentikan aksi-aksi jahat kerjasama militernya dengan Korsel yang berusaha  melancarkan perang di semenanjung Korea, dan harus menarik seluruh pasukan dan peralatan militernya dari Korsel,” tulis surat kabar itu.
Presiden Korsel Lee Myung-Bak dalam wawancara dengan satu surat kabar dalam kunjungannya ke Malaysia, kembali menyebut Korut adalah salah satu dari  beberapa negara yang senang perang di dunia.
Tetapi Lee mengemukakan kepada surat kabar The Star kedua Korea harus hidup berdampingan secara damai dan, pada akhirnya akan mencapai reunifikasi. Ia mendesak Korut melakukan usaha membuka ekonomi seperti China  untuk mempersempit perbedaan ekonomi yang luas dengan Korsel.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
    TV Streaming Indonesia